Skip to main content

Jenis-Jenis Proteksi Perangkat Digital

Perangkat digital yang beredar saat ini sebenarnya sudah dirancang supaya aman meskipun digunakan oleh pengguna yang awam sekalipun. Untuk proteksi perangkat keras, kita mengenal beberapa fitur, seperti kata sandi, autentikasi dengan sidik jari, maupun autentikasi wajah. Sedangkan perangkat lunak dilindungi oleh sistem pengaman bawah sistem operasi yang ada pada perangkat. Prinsipnya, selama kita selalu menggunakan produk yang asli, sistem operasi ini akan terus memperbarui diri agar mampu mengimbangi berbagai varian malware baru.

Namun kita sebagai pengguna seringkali mengabaikan fitur-fitur tersebut dan lebih memilih
untuk tidak memasangnya pada perangkat digital yang kita miliki. Bahkan terkadang
memilih menggunakan
software bajakan atau mengunduh aplikasi dari situs yang tidak bisa
dipercaya keamanannya. Praktik semacam ini lah yang kerap kali membuat perangkat digital
kita menjadi mudah dibobol oleh peretas.

Ketika pertama kali menggunakan perangkat, pastikan menggunakan praktik keamanan
terdepan di yang terintegrasi dengan seluruh layanan pendukung produk digital untuk

membantu menjaga keamanan perangkat. Pengamanan berlapis sangat penting untuk
antisipasi perlindungan data pribadi pengguna sekaligus memberikan fleksibilitas kepada
pengguna dalam menggunakan perangkat seluler guna menunjang produktivitas secara
aman penting dan menjaga privasi pengguna (Android Open Source Project, 2018). Jika
dirasa perlu ditambahkan, kita juga bisa menambahkan fitur proteksi perangkat digital
ekstra untuk memperkuat proteksi perangkat digital yang kita miliki. Sebagai contoh, kita
bisa menggunakan fitur
remote wipe, back up data, antivirus, enkripsi full disk dan shredder.
Patut diingat, fitur ini bersifat opsional, artinya jika kita tidak terlalu banyak menggunakan
perangkat digital untuk aktivitas yang berisiko, perangkat tambahan ini tidak terlalu
dibutuhkan.


Memanfaatkan Fitur Kata Sandi
Perangkat digital seperti ponsel pintar, tablet dan komputer tentunya memiliki proteksi
berupa fitur kata sandi, yang sering kita gunakan untuk mengamankan perangkat digital
yang kita punya. Fitur kata sandi dalam telepon pintar, tablet, laptop, komputer biasanya
berupa angka dan ada juga yang berbentuk pola. Fitur kata sandi memang masih memiliki
beberapa kelemahan, misalnya kata sandi yang kita gunakan, diketahui oleh orang terdekat,
hal ini bisa mengakibatkan telepon pintar, laptop, komputer bisa diakses oleh orang lain.
Sehingga ketika kita menggunakan fitur proteksi menggunakan kata sandi harus benarbenar merahasiakan dari orang lain demi keamanan data-data pribadi yang berada di
perangkat digital.


Cara pengaturan kata sandi biasanya bisa ditemui pada menu pengaturan pada setiap
perangkat. Setiap perangkat digital memiliki pola pengaturan yang berbeda sehingga ada
baiknya kita merujuk pada buku panduan pengguna atau mencari solusi di Internet maupun
bertanya langsung pada layanan pelanggan. Pastikan kata sandi yang kita buat
menggunakan kombinasi angka dan huruf agar kata sandi lebih kuat. Berikut cara aman
untuk menghindari kata sandi kita diketahui oleh orang lain.

Ketika kita menggunakan fitur kata sandi, beberapa hal yang perlu diketahui dan diantisipasi
yaitu jangan sampai kata sandi yang sudah kita atur diketahui oleh orang lain, cara yang
tepat untuk menghindari terjadinya orang lain mengetahui kata sandi kita adalah dengan
selalu melihat sekeliling kita ketika akan membuka kata sandi, usahakan ketika kita
memasukan kata sandi berupa huruf dan angka, di sekeliling kita tidak ada orang lain, kita
juga bisa menutup layar ketika memasukkan kata sandi dengan menggunakan tangan untuk
menghindari orang lain mengetahui kata sandi perangkat digital yang kita miliki. Cara
selanjutnya usahakan rutin mengubah kata sandi perangkat digital yang kita gunakan, bisa
dilakukan seminggu satu kali perubahan kata sandi.


Fitur Fingerprint Autentication
Fitur Kunci Pencocokan sidik jari (Fingerprint authentication) merupakan fitur perlindungan
perangkat ponsel dengan sistem deteksi sidik jari. Fitur ini bekerja dengan cara
menyesuaikan sidik jari pengguna ponsel agar bisa membuka ponsel, sehingga orang lain
tidak mudah untuk membuka ponsel karena sidik jari setiap orang tentunya berbeda. Fitur
Ini menggunakan
Fingerprint Hardware Interface Description Language (HIDL) untuk
terhubung ke pustaka khusus vendor dan perangkat keras fingerprint, seperti sensor
fingerprint.

Fitur fingerprint authentication merupakan salah satu fitur proteksi perangkat digital yang
memiliki proteksi yang cukup baik. Fitur ini memiliki kelebihan dari fitur kata sandi misalnya
kita menggunakan fitur sidik jari ini, meskipun orang lain melihat cara kita membuka ponsel
tetapi mereka akan tetap tidak bisa untuk membuka ponsel kita karena sidik jadi setiap
orang memiliki bentuk yang berbeda-beda. Patut diingat, tidak semua perangkat digital
dibekali dengan fitur ini sehingga kita perlu untuk melihat buku panduan perangkat yang
kita gunakan untuk memastikan apakah perangkat kita sudah mendukung fitur sidik jari atau
belum.


Fitur Pencocokan Wajah (Face Autentication)
Pencocokan wajah (face authentication) merupakan fitur kunci ponsel dengan menyocokkan
wajah pengguna untuk membuka kunci perangkat mereka. Fitur ini bekerja dengan
mendeteksi wajah pengguna menggunakan kamera depan ponsel. Ketika wajah terdeteksi
cocok dengan data yang sudah diatur maka ponsel akan membuka kuncinya.
Proteksi menggunakan fitur ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena pada
beberapa teknologi terkini fitur ini tidak bisa ditembus dengan foto wajah atau wajah orang
yang mirip. Untuk membukanya harus dilakukan dengan paksa dengan membobol sistem
operasi perangkat digital secara menyeluruh. Walaupun kuat, fitur
face authentication
memiliki beberapa kelemahan, misalnya dalam langkah membuka kunci menggunakan fitur
wajah sistem kunci ini mengharuskan wajah kita tidak terhalang oleh apapun. Oleh karena
itu, bagi beberapa orang fitur ini justru merepotkan, terlebih ketika harus digunakan di
tempat umum dimana kita biasanya mengenakan masker, kaca mata, maupun aksesoris
kepala lainnya.


Sumber: Modul Aman Bermedia Digital

Comments

Popular posts from this blog

Etis Bermedia Digital

Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki etika sendiri. Misalnya saja soal privasi. Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya. Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi  dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang ...

Literasi Digital

Literasi digital (digital literacy) adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan/atau jaringan dalam. 1. Mendefinisikan (Define) 2. Mengakses (Access) 3. Mengelola (Manage) 4. Mengintegrasikan (Integrate) 5. Mengevaluasi (Evaluate) 6. Menciptakan (Create) 7. Mengkomunikasikan (Communicate) Dasar Unsur Teknologi dalam Literasi Digital Berkaitan dengan TIK 1. Sejarah Komputer 2. Arsitektur Sistem     a. Hardware (Komputer, wifi, dan ponsel pintar)     b. Software (Windows, Apple, Linux, Microsoft, dan lain-lain) 3. Internet Sumber foto: https://aptika.kominfo.go.id/wp-content/uploads/2020/06/Literasi-Digital-678x381.jpg