Skip to main content

Literasi Digital

Literasi digital (digital literacy) adalah kemampuan untuk menggunakan teknologi digital, alat komunikasi dan/atau jaringan dalam.

1. Mendefinisikan (Define)

2. Mengakses (Access)

3. Mengelola (Manage)

4. Mengintegrasikan (Integrate)

5. Mengevaluasi (Evaluate)

6. Menciptakan (Create)

7. Mengkomunikasikan (Communicate)

Dasar Unsur Teknologi dalam Literasi Digital Berkaitan dengan TIK

1. Sejarah Komputer

2. Arsitektur Sistem

    a. Hardware (Komputer, wifi, dan ponsel pintar)

    b. Software (Windows, Apple, Linux, Microsoft, dan lain-lain)

3. Internet


Sumber foto:

https://aptika.kominfo.go.id/wp-content/uploads/2020/06/Literasi-Digital-678x381.jpg

Comments

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Proteksi Perangkat Digital

Perangkat digital yang beredar saat ini sebenarnya sudah dirancang supaya aman meskipun digunakan oleh pengguna yang awam sekalipun. Untuk proteksi perangkat keras, kita mengenal beberapa fitur, seperti kata sandi, autentikasi dengan sidik jari, maupun autentikasi wajah. Sedangkan perangkat lunak dilindungi oleh sistem pengaman bawah sistem operasi yang ada pada perangkat. Prinsipnya, selama kita selalu menggunakan produk yang asli, sistem operasi ini akan terus memperbarui diri agar mampu mengimbangi  berbagai varian malware baru. Namun kita sebagai pengguna seringkali mengabaikan fitur-fitur tersebut dan lebih memilih untuk tidak memasangnya pada perangkat digital yang kita miliki. Bahkan terkadang memilih menggunakan software bajakan atau mengunduh aplikasi dari situs yang tidak bisa dipercaya keamanannya. Praktik semacam ini lah yang kerap kali membuat perangkat digital kita menjadi mudah dibobol oleh peretas. Ketika pertama kali menggunakan perangkat, pastikan menggunakan prak...

Etis Bermedia Digital

Perkembangan komunikasi digital memiliki karakteristik komunikasi global yang melintasi batas-batas budaya. Sementara setiap batas geografis dan budaya juga memiliki etika sendiri. Misalnya saja soal privasi. Masyarakat kolektif seperti masyarakat Indonesia merasa tidak masalah bercerita tentang penyakit yang diderita di media sosial, atau menunjukkan kehangatan suatu hubungan di media sosial, tetapi belum tentu itu dirasakan nyaman oleh masyarakat individualistik. Para orang tua bisa saja merasa biasa bahkan bangga bercerita tentang anak-anaknya, namun belum tentu anak-anaknya nyaman dengan kisah yang diceritakan oleh orang tuanya di media sosial. Begitu juga interaksi digital antar gender, dan antar golongan sosial lainnya. Semua akan memunculkan persoalan-persoalan etika. Artinya dalam ruang digital kita akan berinteraksi  dan berkomunikasi dengan berbagai perbedaan kultural tersebut, sehingga sangat mungkin pertemuan secara global tersebut akan menciptakan standar baru tentang ...